Pasien RSUD Cengkareng Loncat dari Lantai 5
News, Patroli, Utama 11.28
Humas dan Pemasaran RSUD Cengkareng, Tanti Feriawati, menuturkan, korban dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 08.15 dan langsung ditangani di Unit Gawat Darurat (UGD). Setelah dilakukan pemeriksaan oleh ahli saraf yaitu dr Alfi, Solihun didiagnosa mengalami penurunan tingkah laku. Setelah diperiksa, pada jam 11.00 pasien tersebut kemudian dibawa ke Ruang Sirsak yang merupakan ruangan isolasi dan berada di lantai lima rumah sakit. Sementara, usai melakukan pemeriksaan dr Alfi melakukan konsultasi dengan ahli jiwa, dr Aminullah.
Untuk menjaga keamanan Solihun di ruang isolasi, pihak RSUD memberikan dispensasi pada dua keluarga Solihun, yaitu ibu dan pamannya untuk menemani. "Pada saat dijaga oleh dua orang keluarganya, kemudian ibu pasien ke kamar kecil," kata Tanti, saat dihubungi beritajakarta.com, Kamis (2/9).
Kondisi itu dimanfaatkan Solihun untuk turun dari tempat tidur dan membuka jendela. Melihat hal tersebut, sang paman yang menjaga Solihun langsung menariknya agar keponakannya tidak meneruskan perbuatan nekat tersebut.
Namun, postur tubuh Solihun yang lebih besar membuat sang paman tak kuasa menahan tepisan tangannya yang kemudian tetap nekat meloncat dari lantai lima. Pada saat bersiap untuk terjun, paman Solihun masih sempat menarik baju Solihun yang kembali ditepis olehnya hingga akhirnya Solihun terjatuh di balkon yang terdapat di lantai dua.
"Kejadiannya sekitar jam satu siang. Penyebabnya apa, kami masih belum tahu secara jelas. Tapi berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dari dokter menunjukkan adanya penurunan tingkah laku terhadap pasien," tandas Tanti. (bjc)