OP Daging Murah Sepi Pembeli

Operasi Pasar (OP) daging murah yang digelar Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat, di halaman kantor Kecamatan Kebonjeruk, sepi pembeli. Dari 500 kilogram daging yang disediakan, hanya terjual 60 kilogram daging saja. Sejak dibuka pukul 09.00 hingga ditutup pukul 12.00, pembeli yang datang hanya sekitar 30-an orang, dan rata-rata daging yang dibeli hanya 2 kilogram.

Kasudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat, Kusdiana, mengatakan, sepinya pembeli dalam operasi pasar murah kali ini, disebabkan warga sedang fokus belanja pakaian untuk hari raya.

"Biasanya, mendekati hari raya atau H-3 Lebaran, pasar daging murah baru diserbu warga. Jadi wajarlah kalau saat ini pembelinya sepi, karena mereka sedang fokus belanja baju buat Lebaran," kata Kusdiana, Kasudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat, Selasa (31/8).

Namun, kata Kusdiana, sepinya pembeli tidak membuat OP daging murah dihentikan. Bahkan pada 7 September mendatang, pihaknya akan menggelar kembali kegiatan serupa di 3 wilayah, yaitu di Kelurahan Rawabuaya, Kelurahan Kalideres, dan Kelurahan Srengseng. "Rencananya, untuk daging sapi akan disediakan sebanyak 3.500 kilogram, dan untuk daging ayam akan disediakan sebanyak 3.300 kilogram," ujarnya.

Kasi Peternakan dan Perikanan Kecamatan Kebonjeruk, Sri Donosaringati, menambahkan, pihaknya telah melakukan pemberitahuan mengenai pasar daging murah sejak empat hari yang lalu. Dalam sosialisasi disebutkan, harga daging hanya Rp 57.000 per kilogram. Harga ini jauh lebih murah dibanding harga di pasaran yang mencapai Rp 70 ribu per kilogram. "Dari hari Jumat, kami sudah sosialisasikan kepada seluruh warga melalui pamflet dan brosur yang disebar di seluruh kelurahan yang ada di Kebonjeruk," ungkap Sri. (bjc)

Posted by Lintas Jakarta Barat on 11.22. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

0 komentar for �OP Daging Murah Sepi Pembeli�

Leave comment

Daftar Blog Saya

2010 Lintas Sragen. All Rights Reserved. - Designed by Lintas Daerah