Eks PSK di Panti Kedoya Banjir Pesanan Kue

Tidak sia-sia Pemprov DKI memberikan bekal keahlian kepada para pekerja seks komersial (PSK) di Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia Kedoya, Jakarta Barat. Dengan bekal keahlian membuat kue, kini para mantan PSK yang disebut Warga Binaan Sosial (WBS) itu bisa berwirausaha membuat aneka kue kering. Bahkan, menjelang Lebaran ini mereka disibukkan dengan banjirnya pesanan kue yang datang.

“Menjelang Lebaran ini banyak yang pesan kue di sini. Kebanyakan yang pesan masih karyawan panti lain, tetapi masyarakat umum jika ada yang mau pesan juga boleh,” ucap Rita, petugas panti setempat, Selasa (31/8).

Kue buatan WBS itu dijual per paket dengan harga Rp 300 ribu. Satu paket terdiri dari enam macam kue, seperti kacang tepung, kue coklat, nastar, kacang bawang, kue keju, dan kue biji ketapang. Seluruh produk kue itu dibungkus rapi di dalam toples yang dihiasi pita renda-renda.

Jumlah pesanan yang datang pun cukup menjanjikan. Dalam satu minggu, panti kebanjiran order hingga 500 pesanan. WBS yang jumlahnya sekitar 70-an orang itu, merupakan rujukan dari instansi atau lembaga sosial. Di dalam panti, seluruh WBS dibina secara fisik, mental, sosial, serta dibekali keterampilan, mulai dari tata rias, tata boga, menjahit, serta keterampilan hantaran untuk acara pernikahan.

Kepala Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia Kedoya, Marwianti, menambahkan, setiap WBS wajib mengikuti program pembinaan selama enam bulan penuh. "Kurang dari waktu tersebut tidak diperbolehkan, kecuali ada beberapa kasus. Seperti kasus salah tangkap atau memiliki bayi yang harus diberikan ASI eksklusif. Meskipun begitu, bukan kami yang berhak mengeluarkan, tetapi harus ada rekomendasi dari Dinas Sosial DKI,” ungkapnya. (bjc)

Posted by Lintas Jakarta Barat on 11.23. Filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

0 komentar for �Eks PSK di Panti Kedoya Banjir Pesanan Kue�

Leave comment

Daftar Blog Saya

2010 Lintas Sragen. All Rights Reserved. - Designed by Lintas Daerah